
Kumpulan 60 pepatah ini cocok untuk kamu yang butuh nasihat singkat untuk caption, kartu ucapan, pesan kepada anak, atau penguat diri saat sedang lelah. Isinya memadukan peribahasa Indonesia dan pepatah Jawa yang sudah diwariskan turun-temurun dengan pepatah baru bergaya lama, salah satunya: “Sawah tak menguning dalam semalam.”
Pepatah Singkat Penuh Makna
Pepatah singkat pas untuk bio media sosial, status WhatsApp, atau catatan kecil di meja kerja. Kalimatnya pendek, tetapi mudah diingat seharian.
- “Akar yang sabar menumbuhkan pohon yang kuat.”
- “Kata yang lembut membuka pintu yang terkunci.”
- “Langkah kecil tetap membawa ke tujuan.”
- “Pohon yang tinggi diuji angin paling kencang.” Artinya, makin tinggi kedudukan seseorang, makin berat pula ujiannya.
- “Janji ditepati, nama terjaga.”
- “Ucapan sekali lepas tak bisa dipanggil pulang.”
- “Ilmu yang dibagi tak berkurang, malah bertambah.”
- “Sumur yang ditimba tiap hari, airnya tetap jernih.”
- “Hati yang lapang memuat banyak kawan.”
- “Pelita kecil cukup untuk satu langkah ke depan.”
Kata-Kata Pepatah Jaman Dulu dari Peribahasa Indonesia
Peribahasa lama ini masih sering dipakai orang tua dan guru untuk menasihati. Pilihan ini tepat untuk tugas sekolah, sambutan, atau mengingatkan dengan cara halus.
- “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian; bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.” — Peribahasa
- “Air beriak tanda tak dalam.” — Peribahasa. Orang yang banyak bicara biasanya justru sedikit ilmunya.
- “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.” — Peribahasa
- “Seperti padi, makin berisi makin merunduk.” — Peribahasa
- “Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.” — Peribahasa
- “Malu bertanya sesat di jalan.” — Peribahasa
- “Tak ada gading yang tak retak.” — Peribahasa
- “Dalam laut dapat diduga, dalam hati siapa tahu.” — Peribahasa
Pepatah Jawa tentang Hidup dan Sikap
Pepatah Jawa dikenal padat dan halus. Ungkapan ini cocok dikirim ke keluarga atau dipakai sebagai pengingat pribadi. Arti bahasa Indonesianya ada di dalam kurung.
- “Alon-alon waton kelakon.” (Pelan-pelan asal terlaksana.) — Pepatah Jawa
- “Sepi ing pamrih, rame ing gawe.” (Sedikit pamrih, giat bekerja.) — Pepatah Jawa
- “Ojo dumeh.” (Jangan mentang-mentang.) — Pepatah Jawa
- “Becik ketitik, ala ketara.” (Yang baik akan tampak, yang buruk akan ketahuan.) — Pepatah Jawa
- “Ajining diri saka lathi, ajining raga saka busana.” (Harga diri dari ucapan, harga raga dari pakaian.) — Pepatah Jawa
- “Urip iku urup.” (Hidup itu menyala.) — Pepatah Jawa. Maksudnya, hidup sebaiknya memberi terang dan manfaat bagi sesama.
Pepatah Bijak tentang Kehidupan
Pepatah tentang kehidupan cocok untuk direnungkan di akhir hari atau dibagikan kepada teman yang sedang menimbang keputusan besar.
- “Hidup bukan lomba lari, melainkan perjalanan yang perlu dinikmati di tiap tikungannya.”
- “Sungai tak pernah melawan batu; ia mencari jalan lain dan tetap sampai ke laut.”
- “Siapa menanam kebaikan akan menuai teman di saat sulit.”
- “Rumah yang hangat dibangun dari maaf, bukan hanya dari batu bata.”
- “Jangan menimbang orang dari bajunya, tapi dari caranya memperlakukan orang kecil.”
- “Orang bijak mendengar dua kali sebelum bicara sekali.”
- “Harta bisa dipinjamkan, tetapi nama baik hanya bisa dijaga sendiri.” Reputasi tidak bisa dibeli atau dititipkan kepada orang lain.
- “Kemarau sepanjang apa pun akhirnya disusul hujan.”
- “Yang membuat kaya bukan penuhnya lumbung, melainkan cukupnya rasa syukur.”
- “Teman sejati adalah yang tetap datang saat lampu padam.”
- “Benih yang baik tak takut ditanam di tanah mana pun.”
- “Hari ini adalah buah dari kemarin, dan esok adalah buah dari hari ini.”
Pepatah tentang Kerja Keras dan Kesabaran
Pepatah kerja keras pas untuk menyemangati diri sebelum ujian, saat merintis usaha, atau ketika hasil belum juga terlihat.
- “Keringat hari ini adalah nasi esok hari.”
- “Tangga dinaiki satu anak demi satu anak, bukan dilompati.”
- “Sawah tak menguning dalam semalam.”
- “Rezeki menyukai tangan yang tidak malas.”
- “Pekerjaan yang dicicil hari ini tak akan menumpuk esok pagi.”
- “Besi menjadi pedang setelah berkali-kali ditempa.”
- “Sabar bukan berarti diam; sabar adalah terus melangkah tanpa mengeluh.” Kesabaran tetap menuntut usaha, bukan sekadar menunggu.
- “Ketekunan sering mengalahkan bakat yang dibiarkan tidur.”
- “Jangan memetik buah sebelum matang; tunggu waktunya, rasanya akan manis.”
- “Gagal sekali adalah pelajaran, menyerah adalah kekalahan.”
- “Jala yang robek dijahit, bukan dibuang.”
- “Nelayan yang sabar pulang dengan perahu penuh.”
Kata Pepatah yang Menyentuh Hati
Pepatah yang menyentuh hati cocok untuk menemani masa sedih, rindu, atau kehilangan. Bila beban terasa terlalu berat, ceritakan kepada orang yang kamu percaya atau temui tenaga profesional seperti psikolog. Meminta bantuan adalah langkah yang berani.
- “Luka yang dirawat dengan sabar akan sembuh tanpa meninggalkan dendam.”
- “Tak semua yang diam itu lupa; ada yang memilih menyimpan rindu.”
- “Hati yang retak masih bisa menampung cahaya.”
- “Air mata bukan tanda lemah, melainkan tanda hati masih bekerja.”
- “Orang tua adalah akar; setinggi apa pun pohonnya, jangan lupakan akarnya.”
- “Pelukan yang tulus lebih menenangkan daripada seribu nasihat.”
- “Malam sepanjang apa pun selalu disusul pagi.”
- “Kehilangan mengajarkan kita menghargai yang masih ada.”
- “Beban yang dibagi terasa lebih ringan.” Bercerita kepada orang lain membantu kita tidak memikul semuanya sendirian.
- “Maafkan dirimu sendiri; kamu juga sedang belajar.”
- “Kebaikan kecil bisa menjadi alasan seseorang bertahan hari ini.”
- “Rindu adalah cara hati mengingat yang berharga.”
Cara Memakai Kata-Kata Ini
- Caption media sosial. Pilih pepatah singkat di bawah 10 kata, lalu tambahkan satu kalimat tentang momen di foto supaya terasa personal.
- Kartu ucapan dan pesan WhatsApp. Pepatah tentang kerja keras cocok untuk ucapan wisuda atau usaha baru. Pepatah yang menyentuh hati cocok untuk pesan penghiburan. Tulis nama penerima di awal agar tidak terkesan pesan massal.
- Sambutan singkat. Buka atau tutup sambutan dengan satu peribahasa lama, lalu jelaskan kaitannya dengan acara dalam dua kalimat. Satu pepatah yang dijelaskan dengan baik lebih berkesan daripada lima pepatah yang dideretkan.
- Jurnal pribadi. Tulis satu pepatah di atas halaman, lalu catat satu kejadian hari itu yang sesuai atau bertentangan dengannya. Cara ini membuat pepatah benar-benar menjadi bahan renungan.
- Tugas sekolah. Untuk tugas bahasa Indonesia, pakai peribahasa berlabel “Peribahasa” atau “Pepatah Jawa”. Pepatah lainnya adalah kalimat baru bergaya lama dan bukan peribahasa baku.
Tanya Jawab
– Apa perbedaan peribahasa dan pepatah?
Pepatah adalah salah satu jenis peribahasa yang khusus berisi nasihat atau ajaran dari orang tua-tua. Peribahasa sendiri cakupannya lebih luas, yaitu kelompok kata atau kalimat bersusunan tetap yang mengiaskan maksud tertentu. Jenis lain dari peribahasa antara lain perumpamaan (biasanya memakai kata “seperti” atau “bagai”) dan ungkapan. Jadi, setiap pepatah adalah peribahasa, tetapi tidak semua peribahasa adalah pepatah.
– Pepatah “isi hati siapa tahu” bunyinya apa?
Peribahasa yang dimaksud berbunyi “Dalam laut dapat diduga, dalam hati siapa tahu.” Artinya, isi hati dan niat seseorang jauh lebih sulit ditebak daripada kedalaman laut. Peribahasa ini biasa dipakai untuk mengingatkan agar kita tidak mudah menilai atau langsung percaya pada orang lain.
– Apa saja 3 contoh peribahasa beserta artinya?
Tiga contoh peribahasa yang populer adalah “Air beriak tanda tak dalam” (orang yang banyak bicara biasanya sedikit ilmunya), “Seperti padi, makin berisi makin merunduk” (makin berilmu makin rendah hati), dan “Malu bertanya sesat di jalan” (enggan bertanya membuat kita keliru). Ketiganya masih sering muncul dalam pelajaran bahasa Indonesia.
– Apakah pepatah Jawa harus ditulis dalam bahasa Jawa?
Pepatah Jawa sebaiknya ditulis dalam bahasa aslinya, lalu diberi arti dalam bahasa Indonesia. Pembaca yang tidak berbahasa Jawa tetap bisa menangkap maknanya, sementara keindahan bunyi aslinya tetap terjaga. Contohnya “Alon-alon waton kelakon” yang berarti pelan-pelan asal terlaksana.